Tampilkan postingan dengan label Literature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Literature. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 September 2013

Resensi Novel 99 Cahaya di langit Eropa

99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa   

Penulis: Hanus Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN:9789792272741
Halaman: 424



Selasa, 14 Mei 2013

Belajar Sikap dari Tokoh Kartun

Belajar Bersikap dari Tokoh Kartun Sesi 1
Dini Susanti, Tuesday, May14,2013,7:38 AM

Salah satu manfaat yang dapat diambil dari film kartun sebagai media pembelajaran adalah menjadikan tokoh-tokoh dan perwatakan dalam cerita menjadi sebuah inspirasi sikap, baik itu sikap/ kepribadian yang baik yang bisa ditiru atau sikap buruk yang menjadi pelajaran untuk tidak diikuti.

Berikut beberapa perwatakan toko-tokoh kartun yang bisa diambil pelajaran positifnya;

1. Mumble Happy Feet (Happy Feet)

Mumble adalah seekor pinguin emperor yang lahir berbeda dengan teman-temanya yang lain. Ketika kawanannya menujukkan ekspresi melalui nyanyian yang merdu, Mumble justru sama sekali tidak bisa menyanyi, dia mengekspresikan perasaannya melalui tarian tap dance dengan menghentak-hentakkan kakinya ke tanah. Sikapnya yang berbeda membuat asumsi para tetua penguin, bahwa kelangkaan ikan sebagai makanan mereka disebabkan kelainan pada diri Mumble, dan pada akhirnya Mumble diusir dari kawanannya.
Dengan semangat membuktikan pada kawanannya bahwa kelangkaan ikan yang terjadi adalah karena ulah alien, lalu dimulailah petualangan Mumble untuk mengungkap penyebab terjadinya kelankaan ikan di daerahnya.

Sikap yang dapat diteladani dari tokoh Mumble adalah:
  • Berani mengekspresikan diri walaupun berbeda dari yang lainnya
  • Seekor penguin yang sangat mencintai kedua orangtuanya
  • Semangat yang kuat untuk mencari tahu penyebab dari suatu masalah yang terjadi
  • Berjiwa lembut dan setia pada pasangannya (Gloria)
  • Pemberani, ceria, dan mudah bergaul meskipun dengan penguin dari jenis yang berbeda.


2. Lightning McQueen (Cars)
Lightning McQueen adalah sebuah mobil balap muda yang dengan semangat jiwa mudanya sangat berambisi meraih juara dalam ajang balapan bergengsi Pinston Cup. Karena suatu kejadian, tanpa disengaja Mcqueen yang sedang tertidur pulas dalam mobil thriller yang mengangkutnya,  tersesat di suatu daerah bernama Radiator Spring. Disinilah awal mula Mcqueen menemukan jati dirinya, ketika bertemu dengan mobil tua Hudson Hornet yang ternyata adalah mantan juara legendaris Pinston Cup, telah menyadarkan Mcqueen bahwa piala yang selama ini sangat ia idam-diamkan hanyalah sebuah piala kosong tanpa arti, ketika hal yang lebih penting dari juara yakni persahabatan tak pernah dimiliki. Sejak saat itu akhirnya Mcqueen telah berubah menjadi dirinya yang baru dengan motivasi yang lebih baik untuk mengikuti perlombaan balapan, menjadi juara demi membuat sahabat-sahabatnya di Radator Spring bangga akan dirinya.

Sikap yang dapat diteladani dari tokoh Lightning Mc Queen adalah:
  • Semangat dalam mewujudkan impiannya
  • Bertanggungjawab terhadap kewajiban, ketika dia merusak jalanan Radiator Spring dan diharuskan mengaspal ulang jalanan yang rusak tersebut
  • Setia kawan, khususnya terhadap sahabatnya Mater
  • Mau menerima saran dan perubahan pada dirinya
  • Menghargai orang tua


3. Alex (Madagascar)

Alex adalah seekor singa jantan Afrika yang lahir, tumbuh, dan besar di sebuah kebun binatang New York. Alex sangat menikmati kesehariannya sebagai maskot kebun binatang New York, yang ketika dia mengaum menjadi satu hal paling ditunggu oleh para pengunjung kebun binatang tersebut. Alex bersahabat dengan 3 ekor penghuni kebun binatang lainnya yakni Marty si kuda zebra, Melman si jerapah, dan Gloria sang kuda nil. Demi mengikuti keinginan sahabatnya Marty untuk kabur dari kebun binatang dan hidup bebas di alam liar Afrika, tempat dimana seharusnya mereka berada, mereka memulai petuangalanya. Namun karena suatu insiden yang akhirnya membuat mereka semua terdampar di sebuah pulau di Madagaskar.
Setelah mereka tinggal di alam liar, Alex mulai menyadari insting predatornya yakni berburu binatang dan ketika Alex hilang kesadarannya, beberapa kali dia mencoba memangsa sahabatnya sendiri, Marty. Namun dengan keinginannya yang kuat untuk menjaga persahabatannya, dia sampai rela mengisolasi  dirinya sendiri dengan membuat kandang dari batang-batang kayu tajam untuk menekan inting pemangsanya.

Sikap yang dapat diteladani dari tokoh Alex adalah:
  • Berjiwa pemimpin
  • Setia kawan
  • Rela berkorban demi sahabatnya
  • Ceria dan semangat berpetualang
  

4. Remy (Ratatouille)

Remy adalah seekor tikus yang sangat menyukai aktifitas memasak. Tanpa diketahui keluarganya, dia diam-diam sering mendatangi sebuah rumah seorang nenek, dan menonton acara memasak kesukaannya ketika sang nenek asyik menonton. Tikus kecil ini berprinsip bahwa bahan makanan haruslah dioleh terlebih dahulu sebelum dinikmati dan kegiatan memasak adalah hak semua orang untuk melakukannya, meskipun itu seekor tikus.

Sikap yang dapat diteladani dari tokoh Alex adalah:
  • Tulus
  • Setia kawan
  • Pekerja keras dalam mewujudkan kesenangannya
  • Tegar dan mandri, ketika dirinya terpisah dari kawanan dan keluarganya saat diburu oleh nenek pemilik rumah
  • Berani dalam mewujudkan impiannya
  • Berprinsip hidup



Rabu, 09 Januari 2013

Analisis Folkslore: Thumbelina

Thumbelina merupakan salah satu karya sastra yang digolongkan kedalam jenis prosa modern. Cerita Thumbelina dibuat oleh seorang pengarang cerita yang sangat terkenal, Hans Christian Andersen dan pertama kali di publikasikan oleh C. A. Reitzel pada 16 Desember 1835 di Denmark.
Kisah Thumbelina dalam versi Indonesia kurang lebih sedikit mirip dengan cerita rakyat (folklore) Timun Mas dari daerah Jawa Tengah. Kisah tentang sepasang suami istri yang berharap mendapatkan anak melalui sebuah permohonan dan pada akhirnya harapan terkabul karena sebuah keajaiban. Kesamaan lain dari dua cerita Timun mas dengan Thumbelina, adalah peran utama (main character) adalah seorang wanita cantik dengan tubuh mini dan kisah hidup mereka dipenuhi dengan perjuangan untuk memperoleh kebahagiaan. Jika Timun mas terlahir dari sebuah timun, berbeda dengan Thumbelina yang dikisahkan terlahir dari sebuah bunga yang mekar.
Namun kedua kisah tersebut memiliki alur cerita (plot) dan pesan moral (moral value) yang hampir mirip, yakni tentang perjuangan hidup, bahwasannya kebagiaan tidak dapat diperoleh dengan cuma-cuma dan diperlukan adanya perjuangan untuk meraih dan mewujudkannya.    
source: steinerbooks.org

Thumbelina: I wish I had wings
Prince Cornelius: Maybe someday you will, let me be your wings!
(Quote from Thumbelina, 1994)
http://www.4shared.com/office/1f2_ACjw/Thumbelina_Story_Analysis.html