Kamis, 31 Januari 2013

Diklat Perpustakaan_Sukabumi

Diklat Menyongsong Akreditasi Perpustakaan Sekolah

27 Januari 2013 - 09.00 s.d selesai
Gedung Islamic Center Kab.Sukabumi


Diklat perpustakaan ini mengambil tema "Menyongsong Akreditasi Perpustakaan Sekolah" yang diperuntukan bagi para pustakawan sekolah di kawasan Kabupaten Sukabumi. Dalam diklat ini menghadirkan dua orang narasumber yang merupakan akademisi dan praktisi dibidang perpustakaan, yaitu Arsidi, SIP (Ketua ATPUSI D.I. Yogyakarta) dan Heri Abi Burrachman Hakim, SIP (Pustakawan ISI Yogyakarta dan penggerak SLiMS Yogyakarta).

Materi yang disampaikan dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama disampaikan oleh Pak Arsidi mengenai manajemen perpustakaan sekolah dan persiapan sekolah dalam mempersiapkan akreditasi perpustakaan sekolah. Beliau banyak menjelaskan mengenai peranan perpustakaan sekolah dan juga kedudukannya dimata hukum RI yang keberadaannya sudah dijamin dalam Undang-undang dan juga Peraturan Pemerintah.
Penilaian akreditasi perpustakaan sekolah terdiri dari 9 komponen penilian, yakni: 1.Gedung 2. Koleksi 3. Sarana dan Prasarana 4. SDM 5. Anggaran 6. Organisasi 7. Layanan 8. IT 9. Pengolahan
Keseluruhan komponen diatas akan menentukan tingkat profesionalitas dan kelayakan dari suatu perpustakaan sekolah, yakni mengacu pada peningkatan pelayanan prima dan peningkatan SDM Indonesia.

Pada sesi kedua, diampaikan oleh Pak Heri Abi yang seperti biasa beliau sebagai seorang praktisi perpustakaan juga penggerak Informasi Teknologi untuk perpustakaan, memperkenalkan fungsi dan peranan Informasi Teknologi yang keberadaannya sudah semakin pesat dan berkembang dengan sangat cepat, menembus semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa disegala segi kehidupan, sehingga keberadaan IT tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia saat ini.
Berlandaskan dari latar belakang tersebut, beliau memotivasi para pustakawan untuk tidak ketinggalan dalam penerapan IT dalam sistem layanan di perpustakaan sekolah. Hal ini guna meningkatkan pemenuhan kebutuhan para pemustaka akan sumber informasi juga otomatisasi layanan perpustakaan berbasis IT, dengan menmggunakan Open Source Software SLiMS yang dikembangkan oleh komunitas pecinta perpustakaan dan IT di Jogja.
Software ini berbasis online atau WEB, namun dalam penerapannya dapat juga digunakan secara Offline yang hanya membutuhkan 1 buah PC. Software ini dibuat untuk memudahkan para pustakawan dalam melakukan administrasi, layanan, inventarisasi, keanggotan hingga OPAC (online public access catalog). 

Diklat seperti ini dirasa sangat berguna dalam rangka sosialisasi informasi dan silaturahmi bagi para pustakawan untuk meningkatkan kompetensi SDM pustakawan yang terdidik dan menjunjung tinggi profesionalitas, dalam rangka pelayanan optimal perpustakaan sekolah sehingga peran dan fungsi perpustakaan sekolah sebagai tonggak peningkatan pendidikan di Indonesia dapat tercapai.
Selain itu kurangnya kegiatan dari organisasi-organisasi tenaga pustakawan di tingkat Jawa Barat, menjadi salah satu kendala kurangnya sosialiasi dan informasi bagi para Pustakawan sekolah khususnya di daerah-daerah.

Gedung Islamic Center KAb.Sukabumi

Panitia Pelaksana Diklat dan Narasumber.Sukabumi. Jan 27, 2013


Sabtu, 19 Januari 2013

Metode Pembelajaran Bahasa #1


1. GTM (Grammar Translation Method)

GTM muncul pada pertengahan abad ke-19 s.d pertengahan abad ke-20, dan bertujuan agar siswa mampu membaca informasi yang dutulisnya, lalu menterjemahkan kedalam bahasa target. Dalam metode ini menekankan pada kemampuan membaca (reading) dan menulis (writing) dan bukan pada mendengar (listening) atau kemampuan berbicara (speaking). Dengan menggunakan metode ini, siswa ditekankan pada kemampuan menterjemahkan teks dan menyusun kata-kata baru yang ditemui dalam bentuk daftar kosa kata, serta berfokus pada pembelajaran tata bahasa (grammar).

2. Direct Method (Metode Langsung)

Berfkus pada keterampilan mendengarkan dan lisan (aural-oral skill), dan lebih banyak aktifitas kelas dengan menggunakan bahasa lisan. Pada metode ini guru dituntut untuk mampu menjelaskan setiap materi dengan menggunakan teknik demontrasi yang ditunjang dengan beragam media pembelajaran yang bisa membuat siswa lebih memahami maksud dari yang dipaparkan. Selain itu baik pelafalan (pronunciation) dan tata bahasa (grammar) harus dipertegas sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan sesuai.

3. Audio Lingual Method (Metode Audio Lingual)

Metode ini muncul di USA pada masa perang dunia ke-2 dan berkembang dengan luas dikalangan militer, ketika tidak semua militer pada saat itu bisa berbahasa Inggris (seperti berasal dari negara yang tidak berbahasa Inggris: Perancis, Jerman, Rusia, dll). Mereka menggunakan teknik berdialog ataupun dengan media tape recorder sebagai media pembelajaran. Dalam metode ini siswa banyak dilatih hafalan percakapan (memorizing).

4. Functional-Notional Method (Metode Fungsi Gagasan)

Teori ini mula-mula dikembangkan oleh Wilkin pada tahun 1970an, lalu kemudian berkembang lagi oleh Van Ek (1975), Wilkins (1976), dan Alexander (1980). Metode ini merupakan dasar dari pembelajaran komunikatif (Communicative language teaching).
Notion(gagasan) bisa diartikan sebagai nouns, pronouns, verbs, prepositions, conjunctions, adjectives or adverbs. Yang keseluruhannya tergantung dari situasi dalam penggunaan bahasa.Situasi dapat dipengaruhi oleh variasi bahasa, baik itu bahasa formal ataupun bahasa non formal, dan situasi mencangkup:
  • Siapa orang yang terlibat dalam percakapan
  • Tempat dimana percakapan berlangsung
  • Waktu saat percakapan berlangsung
  • Topik yang digunakan dalam percakapan

5. Communicative Language Teaching/ CLT (Pembelajaran Komunikatif)

CLT adalah salah satu metode yang menitikberatkan pada kemapuan komunikatif/ interaksi sebagai tujuan akhir pembelajaran. CLT berasal dari metode audio lingual/ Audio-Lingual method (ALM) dan berkembang menjadi Functional-Notional Method, lalu pada akhirnya menjadi CLT (Communicative Language Teaching).

Menurut David Nunan (1991), ada 5 ciri CLT, yakni:
  1. Menitikberatkan pada pembelajaran komunikasi melalui interaksi menggunakan bahasa target (contoh: bahasa Inggris).
  2. Mengajarkan teks otentik menjadi pembelajaran situasi (Situational context).
  3. Siswa berperan sebagai subjek, tidak hanya berfokus pada bahasa nya tapi lebih kepada proses belajarnya.
  4. Pengalaman individu siswa berperan serta pada keberhasilan pembelajaran di kelas.
  5. Menghubungkan pembelajaran bahasa di kelas dengan aktifitas yang berlangsung di luar kelas.

Model pembelajaran CLT, meliputi:
  1. Grammatical Competence : kemampuan gramatikal (tata bahasa)
  2. Socio linguistic competence : kemampuan sosio linguistik
  3. Strategic competence : kemampuan memilah percakapan
  4. Discourse competence : kemampuan memahami bermacam-macam teks

Kesimpulan:
  1. Suasana kelas harus sarat dengan cara berkomunikasi
  2. Tetap memperhatikan pembejaran tata bahasa (grammar)
  3. Siswa tidak dianggap sebagai objek tapi subjek
  4. Guru bertindak sebagai fasilitator, initiator, manager kelas
  5. CLT dapat memayungi beragam metode/ model pembelajaran lainnya, seperti; Learner centered, Language acquisition, Whole language, Cooperative learning, Collaborative learning.
Sumber:
Diktat kuliah Belajar dan Pembelajran, Strategi Belajar Mengajar, Kimtafsirah, Dra., MA.
___. 2013. Communicative language. http://en.wikipedia.org/wiki/Communicative_language_teaching, retrieved on January 19, 2013 at 9:47 AM.
Finocchiaro, M. & Brumfit, C. (1983). The Functional-Notional Approach. New York, NY: Oxford
University Press.




Kamis, 17 Januari 2013

Hari Ini Milik Anda


Jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Anda jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari Anda, dan siangnya menyapa Anda inilah hari Anda.

Pada hari dimana Anda hidup saat inilah sebaiknya Anda membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan! Terimalah rezeki, isteri, suami, anak-anak, tugas-tugas, rumah, ilmu, dan jabatan Anda hari dengan penuh keridhaan.

Aku hanya akan hidup hari ini, maka aku akan mengucapkan, "Wahai masa lalu yang telah berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti mataharimu. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetik pun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tak pernah kembali lagi."
"Wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri hanya untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan."

"Hari ini milik Anda", adalah ungkapan yang paling indah dalam "kamus kebahagiaan". Kamus bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang paling indah dan menyenangkan.

Sumber:
Al-Qarni, Aidh. 2004. La Tahzan, jangan bersedih. Jakarta: Qisthi Press

Rabu, 16 Januari 2013

Apa Yang Diberikan Akan Kembali Lagi

Namanya Fleming, dia adalah seorang petani yang miskin. Suatu hari, ketika sedang berladang, dia mendengar sebuah tangisan minta tolong dari tanah rawa di dekat ladangnya.

Dia segera meninggalkan peralatan berladangnya dan berlari ke tanah rawa itu. Disana ia melihat seorang anak kecil yang tenggelam sampai pinggang di kubangan lumpur hidup, berteriak-teriak, dan berusaha membebaskan diri. Petani Fleming segera menarik anak itu keluar dari lumpur hidup, maka selamatlah anak itu dari kematiannya. Keesokan harinya, sebuah kereta kuda mewah berhenti di depan rumah petani itu. Seorang bangsawan keluar dari kereta itu dan memperkenalkan dirinya sebagai ayah dari anak yang diselamatkan oleh petani itu.

"Saya ingin membalas jasa Anda", kata bangsawan itu.
"Anda telah menyelamatkan hidup anak saya."
"Maaf, saya tidak bisa menerima pembayaran dari apa yang telah saya lakukan." jawab petani itu.
Sementara itu, anak laki-laki petani itu keluar dari rumah.
"Apakan ia anak Anda?", tanya bangsawan itu.
"Benar." jawab petani itu dengan bangga.
"Baiklah, saya ingin buat kesepakatan dengan Anda. Saya akan mengasuh anak anda dan memberikannya pendidikan yang bagus. Jika dia mempunyai sifat seperti ayahnya, dia akan menjadi orang yang sangat Anda banggakan."

Sang  petani akhirnya sepakat dengan ini. Singkat kata setelah bertahun-tahun mendapatkan pendidikan yang baik, anak petani Fleming itu akhirnya lulus dari St. Mary Hopital Medical School di London dan kemudian terkenal diseluruh penjuru dunia sebagai Sir Alexander Fleming, sang penemu Penicillin. Pada suatu ketika anak bangsawan itu terkena Pnemonia (radang pernafasan akut). Apa yang dapat menyelamatkannya? Penicillin. Nama bangsawan tersebut? Lord Radolph Churchill. dan nama anaknya, Sir Winston Churcill. 

Seorang pernah berkata: Apa yang dikeluarkan atau diberikan akan kembali lagi. Maka berkerjalah seakan-akan Anda tidak membutuhkan uang. Cintailah seakan-akan Anda tidak pernah terluka. dan Menarilah seakan-akan tidak ada yang melihat. 
 Sir Winston Churcill

 Sir Alex Fleming

*Sir Alex Fleming = Penemu Penicillin
Penicillin =Antibiotik yang pertama kali ditemukan dan sangat berperan dalam mengobati para prajurit selama berlangsung Perang Dunia II
Sir Winston Churcill = Mantan perdana menteri Inggris yang paling terkenal di dunia, karena pengaruhnya selama Perang Dunia II

Apa yang Anda tanam, itulah yang akan Anda tuai... 

Selasa, 15 Januari 2013

Pertimbangan Dalam Memilih Sekolah Lanjutan


Pada saat mengarahkan atau memasukkan anak untuk melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan menengah atas, sering kali menjadi alasan mentoknya siswa dalam menjalani hari-hari mereka di sekolah. Sebetulnya disinilah peran penting orangtua dalam mengarahkan potensi, peluang, dan kemampuan siswa/ keluarga untuk mengarahkan anak-ank mereka dalam meraih kesuksesan setelah lulus dari jenjang pendidikan formal. Dengan kata lain, keputusan yang tepat dalam menentukan pilihan sekolah jenjang pendidikan menengah atas, merupakan salah satu faktor penentu bagi anak untuk mengaruhi kehidupan mereka sebagai manusia pra dewasa, yang bukan lagi remaja dengan jiwa yang meledak-ledak tapi menjadi pribadi yang dituntut tingginya rasa tanggung jawab dalam menghadapi gerbang kedewasaan.

Keputusan dalam menyekolahkan anak menuju jenjang pendidikan menengah atas, menjadi sebuah tanggungjawab yang harus dipikirkan secara matang oleh para orang tua. Jadi pada saat anak sudah mulai menjalani hari-harinya di sekolah, jangan sampai ada kata "putus di tengah jalan karena masalah keuangan". Oleh karena itu, segala sesuatunya haruslah dipikirkan secara matang dan terencana.

Lalu ada pertanyaan, "Melanjutkan ke SMA atau SMK?", "Lanjutkan ke SMK saja supaya cepat kerja", "Lebih baik ke MA (Madrasah Aliyah) supaya murah", "Ke sekolah itu saja yang jaraknya dekat, supaya tidak perlu 'ongkosan'!", "Terserah kau saja mau melanjutkan ke mana", "Kamu harus masuk SMA Negeri terfavorit!". Semua pertanyaan dan pernyataan di atas seringkali terlontar ketika anak akan melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan menangah atas.

Memilih sekolah lanjutan haruslah berdasarkan pertimbangan;
  1. Kemampuan, minat, dan bakat
  2. Tujuan akhir lulusan: melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (kuliah), bekerja, membuat usaha sendiri (enterpreneur)
  3. Kualitas sekolah menengah atas
  4. Terakhir barulah masalah jarak dan biaya
Setelah memilih sekolah berdasarkan minat dan kemampuan anak, barulah menentukan jenis sekolah yang akan dimasuki, saat ini jenjang pendidikan menengah atas terdapat 3 pilihan, yakni Sekolah Menengah Atas/ Umum (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA). Masing-masing jenis sekolah diatas memiliki keunggulan, fungsi, dan kompetensi lulusan yang sangat berbeda. Oleh karena itu, pilihan bijak sesuai dengan pertimbangan di atas, diharap dapat membuat siswa merasa yakin dengan sekolah yang sedang dijalaninya untuk meraih masa depan yang gemilang.
 

Senin, 14 Januari 2013

Learning Some Urban Words #1


First of all, Urban word is kind of words that usually appears and used in a conversation, usually in informal forms and has idiomatic meaning.
So, kalimat atau kata 'urban' adalah kata-kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari dan biasanya pengguna bahasa ini sebagian besar adalah remaja, kalau di Indonesia biasa disebut 'bahasa gaul', dan kata-kata ini bersifat tidak formal serta mengandung arti idiom.

Let's check it out...
  1. the school bus leaves in 5 minutes, better get cracking (hurry=cepat)
  2. Give me five! (tos)
  3. He's busy working his essay at the wee hours (past night= at about 2-4 a.m.)
  4. Everyone thinks my boyfriend is a dork (culun)
  5. My mother is busy teaching my brother to use potty (toilet)
  6. "I got A for my paper!", "Kudos..!" (great/ super/ awesome= keren)
  7. Why the long face? something bad just happen? (sad=sedih)

Well, I guess that all enough for this session, we'll see you on the next urban words.... see yaaaa..... ^_^

Tahap Perkembangan Bahasa

Perkembangan pemerolehan bahasa pertama (first language acquisition) dimulai sejak awa bayi lahir, dan berkembang dengan pesat pada masa critical age (2-5 tahun), dimana otak dengan cepat berkembang untuk menyesuaikan terhadap segala input yang diperolehnya.
Secara garis besar perkembangan bahasa dibagi menjadi beberapa tahap, yakni;

Tahap Pra Bahasa (pre language stage)

Sebelum bayi mampu berbicara, mereka berkomunikasi melalui tangisan, senyuman, dan gerak tubuh. dan tahapan ini deisebut pre language stage, yang berlangsung sekitar usia 4-9 bulan pertama.

Tahap kata awal (first word stage)
Setelah bayi melewati masa satu kata mereka, yang mengawali penguasaan bahasa mereka, perbendaharaan terhadap kosa kata baru dengan cepat berkembang pada bayi. Pada kira-kira umur 20 bulan, bayi sudah akan mampu menguasai sekitar 50 kata.

Pada masa ini, bayi sudah mulai menginterpertasikan kata-kata yang mereka dengar dengan makna dari kata tersebut. dan bagi mereka, satu kata yag diucapkan bisa berarti banyak atau makna yang berlainan, yang disebut hollophrases, yaitu bentuk mengekspresikan suatu frase atau ide yang komplek menjadi beragam makna. Sebagai contoh, anak berkata 'mimi', dan 'mimi' yang sedang diucapkan oleh anak tersebut bisa menjadi beragam makna, bisa berarti 1) minta minum 2) ada air 3) atau memanggil ibu nya, dan semua makna tersebut tergantung dari mimik/ ekspresi juga gesture yang disampaikan oleh anak tersebut.

Karena keterbatasan jumlah kosakata yang dimiliki anak, maka mereka hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan kosakata terbatas untuk mencakup sesuatu yang mereka maksudkan. Pada masa ini dikenal dengan istilah makna meluas (overextension) dan makna menyempit (underextension) dari makna bahasa yang anak ucapkan. Contoh: ketika anak berkata 'dog' untuk mengasumsikan semua binatang berkaki empat, mereka sebut 'dog' (overextension).

Tahap Kalimat Pertama (First Sentences stage)
Pada kurang lebih usia 8 bulan, banyak anak yang sudah mulai memasuki masa two-word stage (dua kata), yakni menggabungkan dua bentuk kata walau masih dalam bentuk sangat sederhana, seperti 'Daddy-book', 'play-car', 'dog-run'. Penggabungan bentuk kata seperti contoh belum bisa diktakan sebagai kalimat, tapi biasa disebut dengan telegraphic speech. Dimana kata-kata yang diucapklan bisa mencakup banyak makna.

Tahap Belajar Tata Bahasa (Learning Grammar Stage)
Setalah perbendaharaan kata mereka semakin banyak, dan kemampuan otakpun sudah lebih mapan dalam penerimaan bahasa. Anak secara tak sadar sudah mulai menggunakan kata-kata yang mereka miliki untuk disusun menjadi bentuk kalimat, sesuai dengan bentuk dasar susunan suatu kalimat = Subjek-predikat-objek. Namun dalam penguasaan bahasa Inggris, penggunaan struktur yang hanya terdiri subject-verb-object belum tentu menunjukkan arti atau semantik yang benar.

Tahap Belajar Kosa Kata (Learning Vocabulary Stage)
Selama tahun sebelum sekolah, siswa belajar banyak kosakata baru secara cepat. Setiap enam bulan dalam rentang waktu usia 2-4 tahun, mereka mampu menguasai 200 hingga 2000 kosa kata baru. Dan dalam masa ini pula, mereka menikmati periode awal pemerolehan bahasa bagi mereka. Oleh karena itu, pada masa ini anak harus dibiasakan dengan beragam permainan yang dapat mengasah kemampuan pemerolehan bahasanya, seperti: puzzle, alphabet box, flash card, ataupun beragam media belajar lainnya.
Dalam proses perkembangan pemerolehan bahasa, ada yang disebut dengan caretaker speech/ baby talk/ caregiver language/ infant-directed talk (IDT), atau child-directed speech (CDS), yakni sebuah bentuk bahasa non standar yang biasa digunakan oleh orang tua dalam berkomunikasi pada anak/ balita. Ciri-ciri caretaker speech, biasanya;
  • Pengucapannya lebih pendek/ sederhana
  • Menggunakan tata bahasa sederhana
  • Untuk beberapa kata yang sulit atau abstrak, diucapkankan dengan banyak pengulangan
  • Pengucapannya jelas, dengan penekananan intonasi yang jelas dan perlahan
Fungsi utama dari caretaker speech adalah untuk mempermudah pemerolehan bahasa dipahami dan kemudian ditiru oleh anak.